Penyebab Wanita Susah Hamil

Memiliki keturunan merupakan harapan dari sebagian besar pasangan suami-istri. Walau begitu, tak semuanya mampu dengan mudah langsung memiliki putra.

Beberapa pasangan harus melakukan usaha ekstra demi mendapat keturunan. Sederet pemeriksaan medis harus dilakukan, jika memang ingin menjalankan program hamil secara intensif.

Ada aspek lain yang juga harus diketahui pasangan suami istri yang ingin segera mendapat momongan, yaitu memperbaiki gaya hidup. Menurut beberapa penelitian, gaya hidup yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko gangguan kesuburan yang mempersulit pasangan memperoleh keturunan.

Sejumlah faktor bisa tanpa disadari menyebabkan masalah sulitnya punya momongan ini. Kenali sejumlah faktor ini yang bisa menyebabkan masalah tersebut.

Merokok

Kebiasaan merokok tidak hanya berdampak buruk pada kesuburan, namun pada kesehatan secara umum. Pada pria, merokok dapat menyebabkan menurunnya produksi sperma, motilitas (pergerakan), dan morfologi (bentuk) yang normal.

"Hal ini juga memiliki efek terhadap kerusakan DNA (materi genetik) sperma. Sementara pada wanita, kandungan pada rokok selain dapat mengacaukan hormon, juga dapat mempengaruhi kualitas sel telur," kata dr. Shanty Olivia Jasirwan, Sp.OG-KFER, yang praktik di RS Pondok Indah seperti dikutip dari rilis yang diterima Dream.

Berat Badan

Berat badan seseorang acapkali berkaitan dengan kebiasaan makan dan banyaknya aktivitas. Berat badan berlebih ataupun kurang memiliki efek samping kesehatan yang cukup luas termasuk pada kesuburan.

Berat badan yang tidak ideal ini biasanya diartikan sebagai indeks massa tubuh (IMT) yang tinggi (IMT lebih dari 25) maupun rendah (IMT kurang dari 20). Pada wanita, obesitas dan kurangnya berat badan dapat memicu gangguan kesuburan akibat ketidakseimbangan hormonal dan gangguan ovulasi.

Sementara pada pria, beberapa penelitian membuktikan bahwa obesitas dapat menurunkan kualitas semen, konsentrasi, dan motilitas sperma. Berat badan berlebih juga dapat meningkatkan kerusakan DNA sperma. Sebuah studi di luar negeri pun membuktikan bahwa disfungsi ereksi dapat disebabkan oleh faktor kegemukan.

Selain obesitas, berat badan yang kurang juga merupakan faktor pemicu gangguan kesuburan pada pria. Mereka yang memiliki berat badan rendah memiliki konsentrasi sperma yang lebih rendah dibandingkan pria dengan berat badan ideal.

Olahraga Berlebihan

Di satu sisi, olahraga teratur merupakan salah satu modifikasi gaya hidup yang baik untuk kesehatan termasuk kesuburan. Aktivitas fisik terbukti memiliki dampak positif terhadap kesuburan terutama pada mereka yang memiliki berat badan berlebih dalam upaya mengurangi berat badan. Namun olahraga yang berlebihan ternyata berefek negatif terhadap keseimbangan energi pada tubuh yang dapat mempengaruhi sistem reproduksi.

"Jika kebutuhan energi melebih jumlah asupan makanan, maka keseimbangan negatif akan terjadi dan berefek pada gangguan pusat pengatur hormon di otak (disfungsi hipotalamus) sehingga terjadilah siklus haid yang tidak teratur," ujar dr. Shanty.

Olahraga berlebihan adalah olahraga yang dilakukan dengan frekuensi yang sering, intensitas yang tinggi, dan durasi yang lama. Salah satu contohnya adalah jenis olahraga kardiovaskular (seperti bersepeda dan aerobik) yang dilakukan lebih atau sama dengan 4 jam per minggu.

Konsumsi Kafein Berlebihan

Selain kopi, beberapa minuman atau makanan yang mengandung kafein seperti teh dan soft drink serta cokelat dipercaya memiliki kaitan dengan lamanya seseorang untuk mendapatkan keturunan, walaupun mekanisme dan bukti ilmiahnya masih belum terlalu jelas.

"Konsumsi kafein yang berlebihan dapat mempengaruhi fungsi reproduksi wanita dengan mengganggu fungsi ovulasi dan perubahan kadar hormon," ungkap dr Shanty.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel